Jumat, 26 September 2014

Untuk tuan abu abu dimasa lalu


Selamat pagi, selamat berakhir pekan ..
Apa kabarmu tuan gingsul? Baikah ? 
bagaiamana dengan kisah barumu ? semoga kau baik-baik saja.
Pagi ini tiba-tiba aku teringat kamu, kamu ingat ? dulu ucapan itu selalu aku kirim untukmu lewat pesan singkat, yang mungkin sekarang sudah kau hapus.
Ohyaa, bagaimana aktifitas barumu ? aku dengar kau sudah menyelesaikan PKM yang membuatmu susah tidur itu hehe, selamat yaa..
Si kecil yang lucu bagaimana? Pasti semakin hari semakin cantik.
Entah ini beberapa minggu setelah kita berpisah, aku jarang menemuimu lagi. Kau juga jarang tampak di kampus, bahkan di UKM yang dulu aku dan kamu sering bertemu hehe. Taukah kamu, sekrang UKM mendadak seperti rumah horor, sepi sunyi ditinggal penghuninya haha.
Cerita kau dan aku pun sudah berubah, seperti hubungan kita. Padahal aku berharap kita masih bisa berteman, ya .. hanya untuk sekedar bertegur sapa, saling melempar senyum, seperti pertama kali kita bertemu. Apalah artinya sebuah status, semua sama menurutku, berpisah, berteman atau pacaran, aku tetap mengenalmu tetap ingin berteman denganmu.
Sekarang kau benar benar berbeda, aku masih ingat saat bersimpangan denganmu sepertinya kau menampakkan wajah malas, bagaikan bertemu guru matematika yang galak saja, menolehpun enggan. Aku tak mengerti dengan bahasa tubuhmu, apa kau jengkel ? malas ? benci ? malu ? ah sulit untukmu mengartikanya.
Aku tau kau sangat jengkel ataupun malu saat teman-teman yang lain membullymu, aku minta maaf jika hubungan kita ternyata membuatmu tidak nyaman hehe.
Kau tau, setelah kata menyakitkan yang kau kirim lewat BBM itu membuatku harus bekerja lebih keras lagi, mengusir rasa marah, mengusir rasa rindu, menahan tangis, ah.. seandainya hati ini buatan manusia mungkin hatiku tlah rusak hehe , aku kadang masih belum terima dengan penyelesaian yg hanya di BBM , melihat betapa berkesanya saat kau menyatakan cinta padaku.
Kau tuan yang pertama kali menjadikan aku gugup, malu, senang, bingung di hadapan banyak orang, tiba-tiba kini kau dingin, ah aku kurang bisa memahami bahasa tubuhmu yang seperti itu.
Beberapa minggu kemarin, seperti saat aku mencuri2 pandangan di balik tanganku, kini aku bersembunyi dibalik tanganku pula menyembunyikan airmata saat mengingat indahnya kebersamaan kita dulu. Seperti saat pertama ku tuliskan berjuta cerita pendek yang indah , kini aku juga melakukannya lagi. Cerita dan kenangan tentangmu selalu menginspirasiku, entah baik ataupun buruk, selalu menarik untuk di tulis.
Aku menulis ini sebagai salam perpisahan yang belum sempat aku ucap dengan lisan, mengingat betapa sibuknya kau dengan dunia barumu, aku tak ingin merusaknya. Aku juga ingin bertrimakasih atas proses pendewasaan ini, aku sekarang jadi mengerti bagaimana aku harus bersikap. Hehe
Terimkasih untuk hal hal baru yang kau kenalkan padaku, rasa resah, cemburu, marah, sedih, kesan pertama masuk bioskop, membuat eksperimen lucu, menganalisa segala hal tentangmu, mencari tau bagaimana kamu, di bully teman-temanmu,hahaha dan hal hal aneh lainya.
Kau lelaki yang selalu muncul dikala senja menampakkan wajahnya, aku betrimakasih untuk proses ini, mungkin kini kau telah merubah seluruh rasamu padaku , bisakah kau ajarkan padaku juga? Walaupun sekarang aku sudah mulai sedikit lupa dengan rasaku , tetap saja terasa sulit .
Masih ingatkah saat LKMT, di bawah air terjun kau membantuku naik kau menjulurkan tanganmu untukku, ah.. itu kenangan terbaik menurutku hehe
Apalagi saat ulang tahunmu, malu, takut, sedih..  semua jadi satu. Kau ingat betapa konyolnya aku saat itu. Hahaha
Beribu quote , motivasi, artikel , ah semua kubaca dan aku tak juga menemukan jawaban dari perasaan ini.
Entah apa yang kau ceritakan pada teman temanmu, dan definisi yg mereka berikan tentang kau dan aku, tetap saja semua kebenaran hanya ada d hatimu dan hatiku. Aku tak akan mempercayai mereka.
Cerpen yang dulu aku tulis , aku berharap kau masih menyimpanya, sebagai bukti jika kita pernah bersama, jadi tak ada alasan kita harus saling membenci, atau berjauhan seperti ini. Tenang saja, aku pandai berperang melawan rasa. Aku tak akan meminta kau kembali atau meminta kau mencitaiku lagi. Aku Cuma ingin berteman seperti pertama kita bertemu.
Ohyaa.. aku berharap, kau lebih bisa menghargai wanita, kau calon pemimpin, tegaslah terhadap perasaanmu tegaslah terhadap pasanganmu, berbaiklah, untuk kesibukanmu aku berharap kau bisa membaginya. aku sudah seperti emak emak saja yah.. haha.. hanya itu pesanku.
Jika kau sedang susah, sedih, aku siap jadi pendengarmu , tak usah malu, anggap saja aku adalah sahabat barumu. Dan tenang saja, saat ini aku sudah menemukan seseorang yang baru sebagai pengganti kesepianku. Dia seorang yang pendiam, unik, seorang seniman. Sebagian lukaku tlah terobati olehnya. Jadi kau jangan takut perasaanku kembali terulang. Karena aku tak berkeinginan mengulangnya. Katanya cukup di buat sebuah pelajaran kehidupan saja J

Mungkin cukup sampai sini saja tulisan ini, terimkasih untuk kenanganya, terimakasih untuk kejutan di ulang tahunku, terimakasih sudah mewujudkan impian ku. Dan terimakasih untuk kesempatan memilikimu. Semoga kau menemukan wanita impianmu, dan semoga aku lekas melupakan sisa sisa perasaanku padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini